Apakah saraf kejepit boleh diurut? Jawabannya, sebaiknya tidak diurut sembarangan, terutama dengan tekanan kuat, gerakan menarik, memutar paksa, atau membunyikan tulang belakang.
Saraf kejepit terjadi ketika saraf mendapat tekanan berlebih dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot, atau tendon. Mayo Clinic
Masalahnya, pijat terutama bekerja pada otot dan jaringan lunak. Sementara itu, sumber tekanan pada saraf sering kali berada lebih dalam, misalnya akibat bantalan tulang belakang yang menonjol atau perubahan pada struktur tulang.
Pijatan lembut pada otot di sekitar area yang tegang mungkin membantu mengurangi rasa kaku atau tidak nyaman. Namun, hal tersebut tidak berarti sumber tekanan pada saraf sudah diperbaiki.
Saraf Kejepit Itu Sebenarnya Seperti Apa?
Saraf kejepit, termasuk kondisi yang dikenal sebagai radikulopati, terjadi ketika akar saraf mengalami tekanan atau iritasi. Penyebabnya dapat berupa diskus yang menonjol, taji tulang, atau penyempitan ruang tempat saraf keluar dari tulang belakang.
Menurut UCLA Health, herniasi diskus dan taji tulang merupakan beberapa penyebab yang dapat menekan akar saraf.
Karena sumber masalahnya berkaitan dengan struktur tubuh yang lebih dalam, saraf kejepit tidak sama dengan otot yang sekadar terasa kaku atau tegang. Kondisi ini dapat terjadi di beberapa area, terutama:
- Leher
- Punggung bawah
- Pergelangan tangan
Kenapa Diurut Tidak Membuat Saraf yang Terjepit Kembali Normal?
Pijat memberikan tekanan dan manipulasi pada kulit, otot, serta jaringan lunak. Sementara itu, sumber tekanan pada saraf dapat berasal dari struktur yang lebih dalam, seperti diskus atau tulang.
Artinya, pijat mungkin membantu meredakan ketegangan otot di sekitar area yang sakit, tetapi tidak otomatis menghilangkan penyebab saraf tertekan.
Misalnya, otot di sekitar punggung dapat menjadi tegang sebagai respons terhadap nyeri. Ketika otot tersebut dipijat, rasa kaku mungkin berkurang. Namun, jika sumber masalahnya berasal dari tekanan pada akar saraf, penyebab tersebut tetap perlu dievaluasi.
Saat Pijat Justru Bisa Menjadi Masalah
Tidak semua pijatan memberikan efek yang sama. Tekanan yang terlalu kuat atau manipulasi pada area yang sedang mengalami iritasi dapat membuat keluhan terasa semakin berat.
Beberapa tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan sembarangan antara lain:
- Menekan kuat langsung pada area yang terasa nyeri
- Menarik atau meregangkan tubuh secara paksa
- Memutar leher atau punggung dengan gerakan mendadak
- Membunyikan tulang belakang tanpa evaluasi kondisi terlebih dahulu
Risikonya menjadi lebih serius jika keluhan sudah disertai gangguan saraf. Karena itu, gejala tertentu tidak sebaiknya ditangani hanya dengan pijat.
Kenali Kondisi Tubuh yang Sebaiknya Tidak Dipijat/Diurut
| Kategori | Kondisi | Rekomendasi |
| Hijau | Nyeri otot ringan tanpa kesemutan, mati rasa, atau kelemahan | Pijatan lembut pada otot tegang di luar area yang dicurigai relatif dapat dipertimbangkan |
| Kuning | Nyeri berulang di lokasi sama meski sudah istirahat | Konsultasi dokter dulu sebelum dipijat, agar sumber nyeri dipastikan |
| Merah | Nyeri menjalar, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot | Hindari pijat sepenuhnya, segera periksakan ke dokter spesialis |
Perhatikan gejala yang muncul bersama nyeri. Semakin banyak tanda gangguan saraf yang menyertai, semakin penting untuk mendapatkan evaluasi terlebih dahulu.
Hindari Pijat dan Periksakan Jika Mengalami:
- Nyeri yang menjalar dari leher atau punggung ke lengan maupun tungkai
- Kesemutan atau mati rasa yang menetap
- Kelemahan otot hingga sulit menggenggam atau menopang tubuh
- Gangguan kontrol buang air kecil atau besar
- Mati rasa di area selangkangan
Gangguan kontrol buang air kecil atau besar yang disertai mati rasa di area selangkangan merupakan tanda serius yang membutuhkan penanganan medis segera, meskipun kondisi ini jarang terjadi.
Kalau Tidak Diurut, Apa yang Bisa Dilakukan?

Bukan berarti setiap nyeri harus langsung ditangani dengan tindakan medis yang kompleks. Untuk keluhan ringan, beberapa langkah sederhana dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman, seperti:
- Menggunakan kompres hangat atau dingin sesuai kondisi
- Melakukan peregangan ringan yang tidak memicu nyeri
- Menjaga postur saat duduk, berdiri, maupun beraktivitas
- Mengurangi aktivitas yang memperberat keluhan untuk sementara
Pijat oleh terapis yang kompeten juga dapat menjadi bagian dari penanganan pada kondisi tertentu. Namun, manfaatnya perlu dilihat sebagai pendukung untuk mengurangi keluhan, bukan sebagai cara untuk memperbaiki sumber saraf yang tertekan.
Kapan Nyeri Perlu Diperiksa Spesialis Tulang Belakang?
Anda sebaiknya mendapatkan evaluasi jika nyeri disertai penjalaran, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan. Pemeriksaan juga penting bila keluhan tidak membaik setelah beristirahat dan menghindari aktivitas yang memicu nyeri, atau justru semakin berat setelah diurut.
Dokter biasanya akan memulai dengan:
- Anamnesis mengenai keluhan dan riwayat kesehatan
- Pemeriksaan fisik dan neurologis
- Pemeriksaan pencitraan seperti MRI bila memang diperlukan
Penanganan kemudian disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Tidak semua saraf terjepit membutuhkan operasi karena terapi dapat dimulai dari pendekatan yang paling konservatif dan sesuai kebutuhan.
Baca juga: Spasme Otot: Apakah karena Kelelahan Biasa atau Tanda Saraf Kejepit?
Pastikan Sumber Nyeri Anda Sebelum Terlambat
Nyeri di leher, punggung, atau bokong belum tentu disebabkan oleh saraf kejepit. Bisa saja keluhannya berasal dari otot, sendi, postur, atau kondisi lainnya.
Karena itu, daripada langsung memberikan tekanan pada area yang sakit, lebih baik ketahui dulu sumber keluhannya. RISEandSPINE menyediakan evaluasi kondisi tulang belakang secara menyeluruh dengan pendekatan bertahap, mulai dari penanganan konservatif hingga pilihan terapi lanjutan sesuai indikasi.
Jika nyeri terus berulang, menjalar, atau disertai kesemutan dan kelemahan, jangan hanya mengandalkan pijat. Evaluasi yang tepat membantu menentukan penyebab dan langkah penanganan yang paling sesuai untuk kondisi Anda.
Konsultasikan Keluhan Saraf Kejepit Anda ke Tim Dokter Spesialis Tulang Belakang RISEandSPINE dengan booking konsultasi online sekarang.
Referensi
Harvard Health Publishing, Harvard Medical School (AS). Massage Can Help Back Pain Sufferers Get Back on Their Feet Faster. https://www.health.harvard.edu/press_release/massage-can-help-back-pain-sufferers-get-back-on-their-feet-faster
Mayo Clinic (AS). Pinched Nerve – Symptoms and Causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinched-nerve/symptoms-causes/syc-20354746
National Institute for Health and Care Excellence (NICE), Inggris. Cauda Equina Syndrome – Red Flag Guidance. https://www.nice.org.uk/
UCLA Health (AS). Radiculopathy – Cervical & Lumbar (Pinched Nerve). https://www.uclahealth.org/medical-services/neurosurgery/conditions-treated/radiculopathy-cervical-lumbar-pinched-nerve





