Cervical myelopathy adalah kondisi ketika sumsum tulang belakang (spinal cord) di bagian leher tertekan. Kondisi ini berbeda dari sekadar “saraf kejepit” di leher karena yang tertekan adalah sumsum tulang belakang, sehingga gejalanya bisa memengaruhi tangan sekaligus kaki dan keseimbangan.
Apa Penyebab Cervical Myelopathy?
Penyebab yang paling umum adalah perubahan degeneratif akibat usia pada tulang belakang leher, yang disebut degenerative cervical myelopathy atau cervical spondylotic myelopathy. Penyempitan kanal tulang belakang dapat terjadi karena:
- bantalan tulang (disc) menonjol atau mengalami herniasi,
- taji tulang (bone spurs),
- penyempitan kanal tulang belakang (spinal stenosis),
- perubahan atau keausan tulang belakang,
- cedera, tumor, atau kondisi lain
Apa Gejala Cervical Myelopathy?

Sumber: Freepik
Cervical myelopathy dapat menimbulkan gejala yang lebih luas daripada nyeri leher atau saraf terjepit biasa, karena yang mengalami tekanan adalah sumsum tulang belakang di area leher.
Gejala yang sering muncul
- Tangan menjadi kurang terampil: sulit mengancingkan baju, menulis, menggunakan alat makan, atau sering menjatuhkan barang.
- Kebas atau kesemutan: terutama pada tangan/jari, tetapi bisa juga menjalar ke lengan atau kaki.
- Kelemahan tangan atau kaki.
- Gangguan berjalan dan keseimbangan: berjalan terasa kaku, goyah, atau lebih sering tersandung.
- Koordinasi menurun: terutama koordinasi gerakan tangan.
- Nyeri atau kaku leher, meskipun nyeri leher tidak selalu ada.
- Pada kasus yang lebih berat, dapat muncul gangguan buang air kecil atau buang air besar.
Petunjuk penting: bila seseorang yang awalnya hanya mengalami masalah leher mulai mengalami tangan makin tidak cekatan + keseimbangan atau kemampuan berjalan memburuk, cervical myelopathy perlu dipertimbangkan dan sebaiknya diperiksa oleh dokter.
Cervical Myelopathy vs Saraf Kejepit Biasa
| Aspek | Cervical Myelopathy | Saraf Kejepit Biasa (Cervical Radiculopathy) |
| Yang tertekan | Sumsum tulang belakang di leher | Akar saraf yang keluar dari tulang belakang |
| Area gejala | Bisa mengenai kedua tangan dan/atau kaki | Biasanya mengenai satu sisi, terutama satu lengan |
| Nyeri leher | Bisa ada, tetapi tidak selalu dominan | Sering disertai nyeri leher |
| Kesemutan/kebas | Dapat terjadi di tangan, lengan, bahkan kaki | Biasanya mengikuti jalur saraf dari leher ke satu lengan/tangan |
| Kekuatan otot | Kelemahan dapat mengenai tangan dan kaki | Biasanya kelemahan terbatas pada otot tertentu di satu lengan |
| Koordinasi tangan | Sering terganggu — misalnya sulit mengancingkan baju atau sering menjatuhkan barang | Biasanya tidak menyebabkan gangguan koordinasi tangan secara umum |
| Berjalan & keseimbangan | Dapat terganggu; berjalan menjadi kaku, goyah, atau mudah tersandung | Biasanya tidak terganggu |
| Refleks | Dapat menjadi lebih aktif/abnormal karena keterlibatan sumsum tulang belakang | Sering kali refleks pada lengan tertentu justru menurun |
| Kandung kemih/usus | Pada kasus berat dapat ikut terganggu | Sangat jarang menjadi gejala utama |
| Tingkat perhatian | Perlu diperhatikan karena tekanan pada sumsum tulang belakang dapat menyebabkan kerusakan saraf progresif | Banyak kasus dapat membaik dengan terapi konservatif |
| Pemeriksaan | Pemeriksaan saraf dan biasanya MRI leher untuk melihat tekanan pada sumsum tulang belakang | Pemeriksaan saraf dan dapat menggunakan MRI untuk menemukan saraf yang tertekan |
| Contoh petunjuk | “Tangan saya makin tidak cekatan dan saya mulai sering kehilangan keseimbangan.” | “Nyeri dari leher menjalar ke satu lengan dan jari tertentu terasa kesemutan.” |
Cara paling sederhana membedakannya:
Saraf kejepit: masalah terutama mengikuti satu jalur saraf → leher/lengan/tangan.
Cervical myelopathy: mulai ada tanda gangguan fungsi sumsum tulang belakang → tangan tidak cekatan, kaki lemah/kaku, keseimbangan dan berjalan terganggu.
Perlu diingat, keduanya bisa terjadi bersamaan, sehingga diagnosis sebaiknya tidak hanya berdasarkan gejala tetapi juga pemeriksaan neurologis dan, bila diperlukan, MRI.
Baca Juga: Saraf Kejepit Tulang Belakang: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Bagaimana Cervical Myelopathy Didiagnosis?

Sumber: Freepik
Diagnosis cervical myelopathy tidak hanya berdasarkan hasil MRI. Dokter biasanya menggabungkan gejala, pemeriksaan saraf, dan pemeriksaan pencitraan. Diagnosis yang tepat penting karena perubahan pada MRI juga bisa ditemukan pada orang yang tidak memiliki gejala.
Anamnesis dan pemeriksaan neurologis
- kekuatan otot
- refleks
- koordinasi
- keseimbangan
- pola berjalan
- fungsi motorik halus tangan
MRI cervical
- melihat spinal cord
- melihat penyempitan kanal
- melihat diskus dan jaringan yang menekan spinal cord
Pemeriksaan lain bila diperlukan
- X-ray
- CT scan
- pemeriksaan tambahan berdasarkan kondisi pasien
MRI merupakan pemeriksaan pencitraan utama pada pasien yang dicurigai mengalami cervical myelopathy karena dapat menunjukkan apakah sumsum tulang belakang tertekan dan membantu melihat penyebabnya.
Apakah Cervical Myelopathy Bisa Sembuh Tanpa Operasi?
Ya, Cervical Myelopathy bisa ditangani tanpa operasi pada sebagian kasus, tetapi penting membedakan antara “gejala membaik” dan “tekanan pada sumsum tulang belakang benar-benar hilang.”Pada degenerative cervical myelopathy, terapi nonoperasi dapat dipertimbangkan terutama bila gejalanya ringan, stabil, dan tidak menunjukkan perburukan neurologis.
Namun jika muncul perubahan koordinasi tangan, gangguan keseimbangan, atau kelemahan yang semakin berkembang, evaluasi oleh spesialis tulang belakang penting untuk menentukan apakah spinal cord mengalami kompresi dan apakah diperlukan penanganan lebih lanjut.
Tanda yang Membuat Operasi Lebih Perlu Dipertimbangkan
Beberapa tanda penting adalah:
- Tangan semakin tidak cekatan, misalnya sering menjatuhkan barang atau sulit mengancingkan baju.
- Kekuatan tangan atau kaki menurun.
- Keseimbangan memburuk atau sering tersandung.
- Cara berjalan menjadi kaku atau tidak stabil.
- Gejala neurologis terus bertambah meskipun sudah menjalani terapi konservatif.
- Pemeriksaan dokter menunjukkan tanda gangguan sumsum tulang belakang seperti refleks yang abnormal.
Salah satu alasan untuk tidak terlalu lama menunda pada myelopathy yang progresif adalah bahwa durasi gejala yang lebih lama dan derajat penyakit yang lebih berat sebelum operasi berkaitan dengan peluang pemulihan yang lebih rendah.
FAQ Seputar Cervical Myelopathy
1. Apakah cervical myelopathy sama dengan saraf kejepit?
Tidak persis. Saraf kejepit (cervical radiculopathy) biasanya mengenai akar saraf, sedangkan cervical myelopathy terjadi ketika sumsum tulang belakang di leher tertekan.
2. Apa gejala yang paling khas?
Selain nyeri atau kesemutan, gejala yang cukup khas adalah tangan menjadi tidak cekatan, sering menjatuhkan barang, kelemahan, gangguan keseimbangan, dan kesulitan berjalan.
3. Apakah cervical myelopathy bisa sembuh tanpa operasi?
Pada kasus ringan dan stabil, terapi konservatif dan pemantauan dapat dipertimbangkan. Namun, bila terjadi perburukan fungsi saraf, operasi sering kali dianjurkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
4. Apakah semua pasien cervical myelopathy harus operasi?
Tidak. Keputusan bergantung pada derajat myelopathy, perkembangan gejala, kondisi pasien, dan hasil pemeriksaan. Myelopathy sedang–berat umumnya lebih kuat indikasinya untuk operasi.
5. Apakah hasil MRI saja bisa menentukan perlu operasi?
Tidak. MRI penting untuk melihat penyempitan dan tekanan pada sumsum, tetapi hasilnya harus dicocokkan dengan gejala dan pemeriksaan neurologis.
6. Apakah cervical myelopathy bisa semakin parah?
Bisa. Pada sebagian pasien, gejalanya dapat berkembang secara perlahan atau mengalami periode memburuk. Karena itu, perubahan kemampuan berjalan, keseimbangan, kekuatan, atau koordinasi tangan perlu diperhatikan.
Jangan Abaikan Sinyal yang Diberikan Tubuh Anda.
Tangan yang semakin tidak cekatan, sering menjatuhkan benda, sulit berjalan, atau keseimbangan yang terus memburuk bukan sekadar masalah “saraf kejepit” biasa. Bisa jadi, ada tekanan pada spinal cord di area leher yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Semakin dini cervical myelopathy dikenali, semakin tepat langkah penanganannya dapat ditentukan.
Konsultasikan kondisi Anda bersama dokter spesialis tulang belakang RiseandSpine untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh dan mengetahui pilihan penanganan yang paling sesuai, mulai dari observasi dan terapi konservatif hingga tindakan dekompresi dan stabilisasi bila memang diperlukan.
Anda dapat melakukan konsultasi di Primaya Hospital Bekasi Timur, RS Abdi Waluyo, Primaya Hospital Karawang, dan Altius Hospital Bekasi. Jangan tunggu sampai gangguan saraf mengganggu aktivitas dan kualitas hidup Anda. Segera konsultasikan gejala cervical myelopathy Anda.
Ditinjau oleh Dokter RISEandSPINE
Daftar Referensi
- American Association of Neurological Surgeons. (n.d.). Cervical myelopathy. https://www.aans.org/patients/conditions-treatments/cervical-myelopathy/
- Davies, B. M., Mowforth, O. D., Smith, E. K., & Kotter, M. R. (2018). Degenerative cervical myelopathy. BMJ, 360, k186. https://doi.org/10.1136/bmj.k186
- Fehlings, M. G., Tetreault, L. A., Riew, K. D., Middleton, J. W., Wang, J. C., & other contributors. (2017). A clinical practice guideline for the management of patients with degenerative cervical myelopathy. Global Spine Journal, 7(3_suppl), 70S–83S. https://doi.org/10.1177/2192568217700397
- Mayo Clinic Staff. (n.d.). Cervical spondylosis. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-spondylosis/
- National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (n.d.). Spinal cord injury. National Institutes of Health. https://www.ninds.nih.gov/





