Edukasi

Skoliosis Ringan: Perlu Diobati atau Cukup Dipantau? Ini Penjelasannya

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
skoliosis ringan

Mendapat diagnosis skoliosis ringan sering membuat seseorang langsung khawatir. Banyak yang membayangkan harus menjalani operasi atau takut tulang belakang akan terus bengkok hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Padahal, kondisi ini tidak selalu demikian. Dalam banyak kasus, skoliosis ringan dapat dipantau dengan baik dan tidak memerlukan tindakan agresif. Yang terpenting adalah memahami seberapa besar kelengkungannya, apakah berisiko bertambah, serta kapan perlu mendapatkan evaluasi atau penanganan lebih lanjut.

Bertepatan dengan Scoliosis Awareness Month di bulan Juni, artikel ini membahas skoliosis ringan secara sederhana dan mudah dipahami agar Anda dapat mengenali kondisinya tanpa rasa cemas yang berlebihan.

Skoliosis Ringan: Kondisi yang Sering Tidak Disadari

Skoliosis adalah kondisi ketika tulang belakang melengkung ke samping membentuk pola seperti huruf C atau S jika dilihat dari belakang. Tingkat kelengkungannya diukur menggunakan sudut Cobb, standar medis untuk menilai derajat skoliosis.

Secara umum:

  • Skoliosis ringan: < 20°
  • Skoliosis sedang: 20–40°
  • Skoliosis berat: > 40°

Skoliosis ringan adalah yang paling sering ditemukan. Banyak orang tidak merasakan keluhan apa pun dan baru mengetahuinya saat pemeriksaan kesehatan atau foto rontgen dilakukan untuk alasan lain.

Meski disebut “ringan”, istilah ini hanya menggambarkan besar kelengkungan, bukan berarti kondisinya tidak perlu diperhatikan. Pada anak dan remaja yang masih tumbuh, pemantauan berkala tetap penting untuk melihat apakah kelengkungan stabil atau berubah seiring waktu.

Apakah Skoliosis Ringan Selalu Menimbulkan Gejala?

Sumber: Magnific

Sebagian besar kasus skoliosis ringan tidak menimbulkan gejala yang jelas. Kondisi ini sering baru diketahui secara tidak sengaja saat pemeriksaan kesehatan atau rontgen.

Namun pada sebagian orang, dapat muncul tanda-tanda ringan seperti:

1. Postur tubuh tampak tidak simetris

Salah satu bahu terlihat lebih tinggi, tulang belikat lebih menonjol, atau pinggang tampak sedikit miring. Pakaian pun kadang terasa tidak jatuh dengan seimbang.

2. Punggung mudah pegal atau cepat lelah

Kelengkungan tulang belakang membuat otot di satu sisi bekerja lebih keras, sehingga punggung terasa cepat lelah terutama setelah duduk atau berdiri lama.

3. Nyeri punggung yang sulit disadari penyebabnya

Keluhan nyeri ringan sering dianggap pegal biasa. Karena tidak khas, skoliosis ringan sering baru terdeteksi setelah evaluasi postur atau pemeriksaan penunjang dilakukan.

Penyebab Skoliosis Ringan yang Paling Sering Ditemukan

Skoliosis Idiopatik

Ini adalah jenis yang paling umum dan mencakup lebih dari 80% kasus. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi faktor genetik diduga berperan. Kondisi ini sering muncul pada anak dan remaja, terutama perempuan, saat masa pertumbuhan. Skoliosis tipe ini lebih sering tidak disertai nyeri punggung

Skoliosis Degeneratif

Pada orang dewasa, skoliosis dapat muncul akibat proses penuaan, seperti bantalan tulang belakang yang menipis atau sendi yang mengalami perubahan. Kondisi ini sering berkembang perlahan dan lebih sering disertai nyeri punggung.

Kondisi Medis Tertentu

Sebagian kecil kasus berkaitan dengan penyakit atau kelainan bawaan, seperti cerebral palsy, distrofi otot, atau gangguan pembentukan tulang belakang sejak lahir. Penanganannya disesuaikan dengan penyebab yang mendasari.

Apakah Skoliosis Ringan Bisa Bertambah Parah?

Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Banyak kasus skoliosis ringan tetap stabil selama bertahun-tahun, tetapi ada juga yang mengalami perkembangan seiring waktu.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kurva bertambah besar meliputi:

  • Usia dan masa pertumbuhan: Terdiagnosis pada masa anak-anak dan remaja memiliki risiko progresi lebih tinggi dibanding terdiagnosis waktu dewasa, karena progresi pertumbuhan tulang yang masih berlangsung.
  • Sudut kelengkungan awal: Semakin besar sudut Cobb sejak awal, semakin besar peluang kurva berkembang.
  • Lokasi kelengkungan: Skoliosis di punggung atas (torakal) cenderung lebih mudah bertambah dibanding di pinggang (lumbar).
  • Jenis kelamin: Pada skoliosis idiopatik, perempuan umumnya memiliki risiko progresi yang lebih tinggi. Alasannya masih belum diketahui dengan jelas.

Pentingnya Pemantauan Berkala

Meski tergolong ringan, skoliosis tetap perlu dipantau secara berkala. Evaluasi rutin membantu melihat apakah kelengkungan tetap stabil atau mengalami perubahan, sehingga penanganan yang tepat dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.

Baca juga: Duduk Lama Pinggang Sakit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Dokter Memeriksa Skoliosis Ringan?

Untuk memastikan tingkat keparahan skoliosis, dokter tidak hanya melihat hasil X-ray, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap postur dan kondisi tulang belakang. Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan postur: Menilai keseimbangan bahu, pinggang, dan panggul saat berdiri.
  • Adams Forward Bend Test: Pasien diminta membungkuk ke depan untuk melihat apakah terdapat tonjolan atau asimetri pada punggung yang menjadi ciri khas skoliosis.
  • Foto X-ray berdiri: Digunakan untuk mengukur sudut Cobb, yaitu ukuran utama dalam menentukan derajat skoliosis dan memantau perkembangannya.
  • Evaluasi pertumbuhan tulang: Terutama pada anak dan remaja, untuk memperkirakan risiko kelengkungan bertambah seiring pertumbuhan.

Apakah Skoliosis Ringan Perlu Diobati?

Sumber: Magnific

Skoliosis ringan tidak memerlukan tindakan operasi. Penanganan biasanya dengan terapi non-operatif yang disesuaikan dengan usia, besar kelengkungan, gejala, dan risiko perburukan.

1. Pemantauan Berkala

Pada banyak kasus dengan kelengkungan ringan dan kondisi stabil, dokter hanya menyarankan kontrol rutin untuk memantau apakah kurva berubah seiring waktu.

2. Latihan dan Fisioterapi

Program latihan khusus, seperti metode Schroth, dapat membantu memperbaiki postur, mengurangi nyeri, dan menjaga kestabilan tulang belakang. Meski tidak meluruskan tulang secara permanen, latihan ini dapat meningkatkan fungsi dan kualitas hidup.

3. Brace pada Kondisi Tertentu

Pada anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan dengan derajat skoliosis tertentu, penggunaan brace dapat membantu mengurangi risiko kelengkungan bertambah parah apabila digunakan sesuai anjuran dokter.

4. Menjaga Gaya Hidup Sehat

Postur duduk yang baik, olahraga rutin, serta menjaga kekuatan otot inti dan punggung merupakan bagian penting untuk mendukung kesehatan tulang belakang dalam jangka panjang.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?

Pertimbangkan untuk melakukan evaluasi apabila:

  • Postur tubuh terlihat semakin tidak simetris.
  • Anak atau remaja masih berada dalam masa pertumbuhan.
  • Nyeri punggung sering muncul atau mengganggu aktivitas.
  • Sudah lama tidak menjalani pemeriksaan sejak didiagnosis skoliosis.
  • Ingin mengetahui risiko perkembangan skoliosis dan pilihan penanganan yang sesuai.

Mengenal Skoliosis Lebih Awal Membuka Lebih Banyak Pilihan

Semakin dini skoliosis dikenali, semakin besar peluang untuk mengelolanya dengan langkah yang sederhana, seperti pemantauan rutin, latihan, atau penggunaan brace pada kondisi tertentu. Itulah sebabnya pemeriksaan sejak awal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang belakang.

Penanganan Skoliosis di RISEandSPINE

Di RISEandSPINE, setiap pasien mendapatkan evaluasi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing, bukan hanya berdasarkan angka pada hasil X-ray. Dokter akan mempertimbangkan usia, gejala, fase pertumbuhan, hingga risiko perkembangan kelengkungan sebelum menentukan rekomendasi penanganan.

Pilihan layanan yang tersedia meliputi:

  • Pemantauan dan evaluasi berkala.
  • Program latihan dan rehabilitasi yang terarah.
  • Terapi non-operatif untuk mengatasi nyeri pada kasus tertentu.
  • Penanganan bedah apabila memang diperlukan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh.

Kesimpulan

Skoliosis ringan sering kali dapat dikelola dengan baik melalui pemantauan rutin dan kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan tulang belakang. Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menentukan apakah kondisi cukup dipantau atau memerlukan terapi tertentu sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.

Jadwalkan Konsultasi dengan Tim Dokter RISEandSPINE

Jika Anda mengalami nyeri punggung, postur yang tampak tidak simetris, atau mencurigai adanya skoliosis, Anda dapat melakukan konsultasi bersama tim dokter berpengalaman RISEandSPINE. Layanan tersedia di jaringan rumah sakit yang telah bekerja sama dengan RISEandSPINE di Jakarta, Bekasi, dan Karawang, serta dapat dipesan secara online sesuai jadwal yang Anda inginkan. 

Ditinjau oleh Dokter RISEandSPINE

Referensi

1. Weinstein SL, et al. Effects of bracing in adolescents with idiopathic scoliosis. New England Journal of Medicine. 2013. https://doi.org/10.1056/NEJMoa1307337

2. Negrini S, et al. 2016 SOSORT guidelines: orthopaedic and rehabilitation treatment of idiopathic scoliosis during growth. Scoliosis and Spinal Disorders. 2018. https://doi.org/10.1186/s13013-017-0145-8

3. Bohl DD, et al. Adult degenerative scoliosis and back pain. Spine. 2017. https://doi.org/10.1097/BRS.0000000000001963

4. Scoliosis Research Society (SRS). Adolescent Idiopathic Scoliosis. https://www.srs.org/patients-and-families/conditions-and-treatments/parents/scoliosis/adolescent-idiopathic-scoliosis

5. American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Scoliosis. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/scoliosis/

6. Cleveland Clinic. Scoliosis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15837-scoliosis

7. Spine-health. Scoliosis: Symptoms, Causes, and Treatments. https://www.spine-health.com/conditions/scoliosis

8. Qiu Y, et al. Natural history of adolescent idiopathic scoliosis: a systematic review. Spine Journal. 2020. https://doi.org/10.1016/j.spinee.2020.02.017

9. Spine Society of Indonesia (PABOI). Panduan Klinis Skoliosis Idiopatik dan Degeneratif, 2023.

Booking Appointment

Silakan lengkapi form di bawah ini.
Biaya Konsultasi
Silakan pilih lokasi