Tidur terlentang sering dianggap sebagai salah satu posisi tidur yang baik untuk menjaga kesejajaran tulang belakang. Namun, bagi sebagian orang, posisi ini justru bisa membuat punggung terasa nyeri atau tidak nyaman.
Keluhan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari ketegangan otot, iritasi pada diskus atau sendi tulang belakang, hingga posisi tidur dan dukungan kasur atau bantal yang kurang sesuai.
Menariknya, tidak semua orang merasakan efek yang sama dari posisi terlentang. Ada yang merasa lebih nyaman, sementara yang lain justru merasakan nyeri setelah beberapa waktu berbaring.
Mengapa Punggung Bisa Terasa Sakit Saat Tidur Terlentang?
Saat berbaring terlentang, bentuk lengkung alami punggung bawah dapat berubah, terutama jika tubuh tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari kasur atau bantal. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada area tertentu di tulang belakang dan memicu rasa tidak nyaman.
Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:
- Ketegangan otot, terutama setelah aktivitas fisik atau duduk dalam waktu lama.
- Iritasi atau masalah pada diskus, termasuk kondisi seperti herniasi diskus.
- Peradangan pada sendi facet, yaitu sendi kecil yang membantu pergerakan tulang belakang.
- Dukungan saat tidur yang kurang sesuai, misalnya kasur terlalu keras atau terlalu lembek.
- Posisi tidur yang kurang tepat, terutama bila punggung bawah tidak mendapatkan penyangga yang cukup.
Sebuah studi pada 375 pasien dengan nyeri punggung bawah kronis yang dipublikasikan di Cureus menemukan bahwa 47% responden tidur dalam posisi terlentang. Di sisi lain, 35% responden juga menyebut posisi tersebut sebagai salah satu posisi tidur yang mereka hindari karena dapat memicu nyeri.
Artinya, posisi tidur yang nyaman memang bisa berbeda pada setiap orang. Posisi yang terasa baik bagi satu orang belum tentu memberikan efek yang sama bagi orang lain.
Tidak Selalu Serius, tetapi Ada Kondisi yang Perlu Diperhatikan
Nyeri punggung yang muncul pada malam hari atau terasa lebih berat saat berbaring dapat memiliki berbagai penyebab. Dalam sebagian kecil kasus, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, seperti infeksi pada tulang belakang atau ankylosing spondylitis.
Perhatian lebih diperlukan jika nyeri:
- tidak membaik meski sudah mengubah posisi tidur,
- disertai demam,
- disertai penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas,
- muncul setelah cedera,
- atau terdapat riwayat kanker sebelumnya.
Kondisi-kondisi tersebut tergolong tidak umum, tetapi pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Kapan Nyeri Punggung Perlu Segera Diperiksa?

Sebagian besar nyeri punggung dapat ditangani secara bertahap. Namun, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan bila nyeri disertai gejala seperti:
- kelemahan baru pada tungkai,
- mati rasa di area selangkangan,
- demam,
- perubahan pola buang air kecil atau besar,
- atau nyeri yang muncul setelah cedera atau trauma.
Gejala tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat menunjukkan adanya kondisi yang membutuhkan evaluasi lebih cepat.
5 Cara Membuat Tidur Terlentang Lebih Nyaman
Jika tidur terlentang membuat punggung terasa tidak nyaman, beberapa penyesuaian sederhana dapat dicoba terlebih dahulu.
1. Letakkan bantal di bawah lutut
Bantal di bawah lutut dapat membantu menopang kaki dan menjaga posisi punggung bawah agar lebih nyaman.
2. Perhatikan kondisi kasur
Kasur dengan tingkat kekerasan medium-firm dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang karena membantu mendistribusikan tekanan tubuh dengan lebih merata.
3. Coba posisi tidur menyamping
Jika terlentang tetap terasa kurang nyaman, tidur menyamping dengan bantal di antara kedua lutut dapat menjadi alternatif.
4. Tetap aktif pada siang hari
Hindari terlalu lama berbaring. Aktivitas ringan sesuai kemampuan dapat membantu menjaga tubuh tetap bergerak.
5. Gunakan obat pereda nyeri bila sesuai
Obat pereda nyeri yang dijual bebas (over-the-counter/OTC) dapat digunakan sesuai petunjuk dan kondisi kesehatan masing-masing. Jika ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Baca juga: World Spinal Cord Injury Day: Saatnya Kenali dan Cegah Cedera Tulang Belakang
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?
Jika nyeri tidak kunjung membaik, konsultasi dapat membantu mencari tahu penyebabnya, terutama bila:
- nyeri berlangsung lebih dari 2–4 minggu meski posisi tidur dan dukungan bantal sudah disesuaikan,
- nyeri semakin berat dari waktu ke waktu,
- muncul kesemutan, kebas, atau kelemahan,
- atau nyeri terus mengganggu tidur malam.
Pemeriksaan tidak selalu berarti harus menjalani tindakan operasi. Dokter dapat terlebih dahulu mengevaluasi penyebab nyeri dan menentukan apakah cukup dengan perubahan aktivitas, terapi konservatif, atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pendekatan yang Berfokus pada Kondisi Setiap Pasien
RISEandSPINE merupakan klinik kesehatan tulang belakang yang berfokus pada konsultasi spine modern, motion preservation, dan pendekatan minimally invasive.
Tim dokter spesialis bedah saraf RISEandSPINE memiliki pengalaman fellowship internasional dengan bidang keahlian yang mencakup berbagai kondisi tulang belakang, mulai dari penyakit degeneratif, skoliosis dan deformitas, hingga tumor tulang belakang serta stroke dan kelainan pembuluh darah otak.
Setiap pasien mendapatkan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi klinis dan kebutuhannya.
Beberapa layanan yang menjadi bagian dari pendekatan RISEandSPINE meliputi:
- Alur perawatan yang terstruktur, mulai dari konsultasi, evaluasi, diagnosis, rencana perawatan, hingga follow-up.
- Pendekatan modern, termasuk biological restoration, bedah endoskopi minimal invasif, dan motion preservation.
- Lokasi konsultasi, tersedia di Primaya Hospital Bekasi Timur, RS Abdi Waluyo, Primaya Hospital Karawang, dan Altius Hospital Bekasi.
- Akses konsultasi, melalui info@riseandspine.co.id, dengan jam layanan Senin–Sabtu pukul 08.00–18.00.
Cari Tahu Penyebab Nyeri Punggung Anda
Nyeri punggung saat tidur terlentang tidak selalu berarti ada masalah serius. Namun, jika keluhan terus berulang atau tidak membaik meski posisi tidur sudah disesuaikan, mencari tahu penyebabnya dapat membantu Anda mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
RISEandSPINE membantu mengevaluasi kondisi tulang belakang secara bertahap, mulai dari pendekatan konservatif hingga penanganan lanjutan bila memang diperlukan.
Konsultasikan Kondisi Anda dengan Dokter
Tidur yang nyaman seharusnya tidak perlu terganggu oleh nyeri punggung. Jika keluhan terus berulang, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Referensi
Sleep Foundation (AS). How to Sleep With Lower Back Pain. https://www.sleepfoundation.org/physical-health/how-to-sleep-with-lower-back-pain
Spine Health Foundation (AS). Sleeping and the Spine. https://spinehealth.org/sleeping-and-the-spine/
WebMD (AS). Nighttime Back Pain: Causes, Symptoms, and When to See a Doctor. https://www.webmd.com/back-pain/nightime-back-pain
Ylinen, J., Häkkinen, A., Kautiainen, H., & Multanen, J. (2024). Preferences and Avoidance of Sleeping Positions Among Patients With Chronic Low Back Pain: A Cross-Sectional Study. Cureus, 16(5), e59772. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11153877/





