Nyeri yang menjalar ke tangan atau kaki, kesemutan, kebas, sampai otot yang terasa lemah, sering membuat Anda bertanya-tanya harus konsultasi ke dokter yang mana. Langkah pertama adalah mengenali pola gejala tersebut. Langkah berikutnya, yang justru lebih menentukan hasil pengobatan, adalah tidak sekadar mencari “dokter saraf kejepit” secara umum, melainkan mencari dokter yang memang berfokus pada tulang belakang atau neurospine.
Penanganan saraf kejepit sangat bergantung pada pengalaman dokter terhadap lokasi dan tingkat keparahan yang spesifik. RISEandSPINE menghadirkan tim dokter spesialis bedah saraf dengan fokus keahlian masing-masing, yang dapat disesuaikan dengan kondisi Anda.
Kenali Dulu Gejala yang Anda Alami
Sebelum menentukan dokter, ada baiknya Anda mengenali gejala yang biasa muncul, seperti nyeri yang menjalar ke lengan atau tungkai, kesemutan atau rasa seperti terbakar, kebas ringan hingga berat, kelemahan otot, hingga gangguan berjalan pada kasus yang lebih lanjut.
Menurut Mayo Clinic, kondisi ini terjadi ketika jaringan di sekitar saraf, seperti tulang, tulang rawan, otot, atau tendon, menekan saraf sehingga fungsinya terganggu. Semakin berat dan semakin lama gejala berlangsung, semakin penting bagi Anda untuk segera mendapat evaluasi dari dokter yang berpengalaman menangani tulang belakang, bukan menunggu sambil mencoba mengatasinya sendiri di rumah.
Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Anda Tunda
Sebagian besar keluhan saraf kejepit bersifat ringan dan membaik dengan penanganan konservatif. Namun ada beberapa tanda yang perlu Anda waspadai dan sebaiknya segera diperiksakan, mengacu pada panduan red flag dari National Institute for Health and Care Excellence (NICE) di Inggris:
- Kelemahan pada tangan atau kaki yang makin memberat
- Kesulitan berdiri atau berjalan
- Hilangnya kontrol buang air kecil atau besar
- Mati rasa di area sekitar selangkangan atau bokong (saddle numbness)
- Nyeri hebat yang memburuk dengan cepat
Bila salah satu tanda di atas muncul, jangan menunggu jadwal konsultasi biasa. Segera cari pertolongan medis, karena penundaan dapat memengaruhi peluang pemulihan fungsi saraf secara maksimal.
Pilih Dokter Sesuai Fokus Keahliannya

Dokter yang menangani masalah saraf dan tulang belakang tidak selalu memiliki fokus keahlian yang sama. Ada yang lebih banyak menangani:
- masalah tulang belakang degeneratif
- deformitas dan skoliosis
- tumor
- prosedur minimal invasif dan endoskopi
- gangguan pembuluh darah otak dan tulang belakang
Karena itu, pertimbangannya bukan sekadar “dokter saraf yang mana?”, tetapi “dokter dengan fokus keahlian apa yang paling sesuai dengan kondisi saya?”
Memilih klinik atau rumah sakit yang transparan mengenai fokus keahlian masing-masing dokter juga dapat membantu Anda menentukan pilihan dengan lebih tepat, bukan hanya berdasarkan daftar nama atau gelar.
Tim Dokter Spesialis Bedah Saraf RISEandSPINE
RISEandSPINE didukung oleh tim dokter spesialis bedah saraf dengan bidang keahlian yang beragam. Setiap dokter memiliki fokus penanganan berbeda, mulai dari masalah tulang belakang hingga gangguan otak dan saraf.
1. dr. Muhamad Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINSS (dr. Ali)
Sebagai neurosurgeon dengan fokus pada tulang belakang (neurospine), beliau mengembangkan pendekatan modern seperti biological restoration, bedah endoskopi minimal invasif, dan motion preservation.
dr. Ali juga terlibat dalam sejumlah prosedur yang menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia, termasuk Endoscopic Chiari Decompression dan Sacral Neuromodulation (SNM).
2. dr. M. Andika Wibisono, Sp.BS
dr. Andika memiliki fokus pada penanganan penyakit tulang belakang degeneratif serta gangguan pada craniovertebral junction (CVJ), yaitu area pertemuan antara tengkorak dan tulang belakang.
3. dr. Fabianto Santoso, Sp.BS, FINSS
Berfokus pada bidang neurospine, terutama dalam menangani skoliosis dan deformitas tulang belakang. Fokus ini mencakup kondisi ketika bentuk atau susunan tulang belakang mengalami perubahan yang memengaruhi fungsi dan kualitas hidup.
4. dr. Arief Purwodito, Sp.BS
Memiliki fokus keahlian pada stroke serta penyakit pembuluh darah otak dan tulang belakang, termasuk kondisi yang membutuhkan evaluasi dan penanganan bedah saraf secara tepat.
5. dr. Paul Herman Atmaja, Sp.BS
Berfokus pada neurospine surgery, terutama penanganan tumor tulang belakang dan prosedur rekonstruksi untuk membantu menjaga stabilitas serta fungsi tulang belakang.
Bagaimana Alur Penanganan Setelah Anda Bertemu Dokter?
Setelah konsultasi, evaluasi awal akan menentukan apakah keluhan Anda cukup ditangani dengan pendekatan konservatif seperti fisioterapi dan edukasi postur. Bila diperlukan penanganan lanjutan, dokter akan mempertimbangkan opsi non-operatif seperti injeksi sebelum memikirkan tindakan invasif.
Jika kondisi memang memerlukan tindakan pada sumber jepitan, opsi minimal invasif akan dipertimbangkan lebih dulu dibandingkan operasi terbuka. Untuk kasus yang lebih kompleks atau tidak membaik dengan terapi sebelumnya, tersedia penanganan lanjutan seperti neuromodulasi dan teknik stabilisasi modern yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Baca juga: Pinggang Terasa Panas dan Nyeri Menjalar? Waspadai Gangguan Saraf Tulang Belakang
Konsultasikan Kondisi Anda Sekarang
Setiap kasus saraf kejepit berbeda, begitu juga penanganan yang paling tepat untuk Anda. Daripada menebak-nebak sendiri, RISEandSPINE menghadirkan tim dokter spesialis bedah saraf dengan fokus keahlian yang jelas.
Mulai dari kasus degeneratif, minimal invasif, skoliosis, gangguan pembuluh darah, hingga tumor tulang belakang, termasuk prosedur khusus yang pertama kali dilakukan di Indonesia.
Konsultasikan Kondisi Anda dan Temukan Dokter yang Tepat dengan Booking Janji Temu
Masih ragu harus mulai dari mana? Tim RISEandSPINE siap membantu Anda menemukan dokter yang paling sesuai dengan gejala yang Anda rasakan.
Referensi
Mayo Clinic. Laminectomy: About the Procedure.
https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/laminectomy/about/pac-20394533
Mayo Clinic. Nonsurgical Treatment Options for Lumbar Spinal Stenosis.
https://www.mayoclinic.org/medical-professionals/physical-medicine-rehabilitation/news/nonsurgical-treatment-options-for-lumbar-spinal-stenosis/mac-20533117
Mayo Clinic. Spinal Stenosis: Symptoms and Causes.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spinal-stenosis/symptoms-causes/syc-20352961
Mayo Clinic. Spinal Stenosis: Diagnosis and Treatment.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spinal-stenosis/diagnosis-treatment/drc-20352966
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS). Spinal Stenosis: Symptoms, Causes, and Risk Factors.
https://www.niams.nih.gov/health-topics/spinal-stenosis
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS). Spinal Stenosis: Diagnosis, Treatment, and Steps to Take.
https://www.niams.nih.gov/health-topics/spinal-stenosis/diagnosis-treatment-and-steps-to-take





