Edukasi

Cervical Radiculopathy: Penyebab Nyeri Leher hingga Kesemutan di Lengan

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
cervical-radiculopathy

Cervical radiculopathy adalah kondisi ketika akar saraf di tulang belakang leher mengalami tekanan atau iritasi, sehingga menimbulkan gejala yang dapat menjalar dari leher ke bahu, lengan, hingga tangan. Penyebabnya antara lain HNP cervical, perubahan degeneratif pada tulang belakang, atau penyempitan foramen tempat keluarnya saraf. 

Kabar baiknya, sebagian besar kasus dapat membaik dengan penanganan non-operatif. Gejala yang menetap atau memburuk tetap perlu dievaluasi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Apa Itu Cervical Radiculopathy?

Cervical merujuk pada tulang belakang leher, sementara radiculopathy berarti gangguan pada akar saraf. Secara sederhana, mekanismenya dapat digambarkan seperti berikut: diskus yang menonjol atau perubahan pada tulang menyebabkan ruang saraf menyempit, sehingga akar saraf tertekan atau teriritasi dan menimbulkan nyeri serta gejala yang menjalar ke lengan. 

Kondisi ini sering dikenal masyarakat dengan istilah saraf kejepit di leher, meski sebenarnya berbeda dari sekadar pegal atau kaku leher biasa yang umum dialami banyak orang.

Apa Penyebab Gangguan Tulang Belakang Leher?

Beberapa penyebab yang paling sering meliputi:

  • HNP cervical (Herniated Disc): Bantalan diskus di leher menonjol atau mengalami herniasi sehingga dapat memberi tekanan pada saraf.
  • Cervical spondylosis: Perubahan degeneratif pada tulang belakang leher yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.
  • Bone spur atau osteofit: Pertumbuhan tulang tambahan akibat proses degeneratif yang dapat mempersempit ruang di sekitar saraf.
  • Penyempitan foramen saraf: Ruang tempat keluarnya saraf dari tulang belakang menyempit sehingga dapat meningkatkan tekanan pada saraf.
  • Perubahan degeneratif akibat usia: Proses alami pada tulang dan bantalan tulang belakang dapat memengaruhi ruang di sekitar saraf.
  • Cedera atau kondisi lainnya: Cedera dan kondisi tertentu juga dapat menyebabkan kompresi saraf, meski relatif lebih jarang.

HNP cervical dan perubahan degeneratif termasuk penyebab yang paling sering ditemukan. Keduanya dapat dikelola dengan baik melalui evaluasi dan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Apa Saja Gejalanya?

Gejala yang umum dirasakan meliputi nyeri leher yang menjalar ke bahu atau lengan, kesemutan, mati rasa, sensasi seperti terbakar atau tersengat, kelemahan otot, serta refleks tertentu yang dapat menurun.

Akar SarafArea Gejala yang Dapat Muncul
C5Bahu dan lengan bagian atas
C6Lengan bawah hingga ibu jari
C7Lengan hingga jari tengah
C8Lengan bawah hingga jari kelingking

Pola gejala berdasarkan akar saraf yang terlibat dapat membantu dokter memperkirakan lokasi masalah. Meski begitu, pola nyeri hanya menjadi salah satu petunjuk; diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan menyeluruh, bukan hanya berdasarkan lokasi nyeri semata.

Apakah Sama dengan Cervical Myelopathy?

Keduanya berkaitan dengan tulang belakang leher, namun melibatkan struktur yang berbeda.

AspekCervical RadiculopathyCervical Myelopathy
Struktur yang terlibatAkar sarafSpinal cord
Gejala utamaNyeri/kebas menjalar ke lenganGangguan fungsi saraf yang lebih luas
TanganKebas, nyeri, atau kelemahanDapat menjadi kurang terampil
KakiUmumnya tidak dominanDapat terasa berat atau tidak stabil
KeseimbanganUmumnya tidak tergangguDapat terganggu

Kondisi ini lebih tepat dipahami sebagai gangguan pada akar saraf, sedangkan cervical myelopathy melibatkan spinal cord. Perubahan cara berjalan atau hilangnya keterampilan motorik halus tangan menjadi hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut oleh dokter, karena dapat mengarah pada kemungkinan myelopathy.

Bagaimana Kondisi Ini Didiagnosis?

cervical-radiculopathy
Sumber: Pexels

Dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, meliputi evaluasi lokasi dan pola nyeri, kekuatan otot, sensasi, refleks, serta rentang gerak leher Anda. Pemeriksaan provokatif seperti Spurling test, upper limb tension test, atau shoulder abduction test juga dapat dilakukan untuk membantu penilaian.

Tidak semua pasien langsung membutuhkan pemeriksaan pencitraan. MRI dapat dipertimbangkan bila gejala menetap setelah penanganan konservatif, terdapat defisit neurologis yang progresif, terdapat tanda tertentu yang perlu dievaluasi, atau dicurigai kompresi struktural yang membutuhkan tindakan lebih lanjut. MRI merupakan modalitas yang paling berguna untuk melihat diskus, akar saraf, dan jaringan lunak di sekitarnya.

Jika nyeri dari leher mulai menjalar ke lengan atau disertai kesemutan dan kelemahan, pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menentukan saraf yang terlibat dan sumber kompresinya.

Apakah Bisa Sembuh Tanpa Operasi?

Pada banyak kasus, jawabannya bisa. Sebagian besar pasien mengalami perbaikan dengan penanganan non-operatif. Pendekatan awal biasanya meliputi modifikasi aktivitas, fisioterapi, latihan penguatan dan stretching sesuai kondisi, pengelolaan nyeri, obat sesuai indikasi, serta traction pada pasien tertentu. Tujuan pendekatan ini adalah mengurangi gejala dan memulihkan fungsi, sekaligus memberi kesempatan bagi saraf untuk pulih, bukan langsung mengarah ke tindakan operasi.

Jika gejala menetap dan pendekatan dasar belum memberikan hasil yang cukup, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan pendekatan non-operatif lanjutan yang sesuai dengan sumber masalah Anda. 

Kondisi ini tidak otomatis berarti harus operasi; masih terdapat tahapan penanganan yang dapat dipertimbangkan terlebih dahulu sesuai kondisi masing-masing pasien.

Kapan Membutuhkan Penanganan Lanjutan?

Penanganan lanjutan dapat dipertimbangkan jika keluhan belum membaik dengan terapi konservatif atau mulai memengaruhi fungsi sehari-hari. Beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan antara lain:

  • Nyeri menetap meskipun sudah menjalani terapi konservatif.
  • Kelemahan yang belum membaik atau mulai mengganggu aktivitas.
  • Defisit neurologis progresif yang terlihat dari pemeriksaan dokter.
  • Kompresi saraf yang jelas berdasarkan pemeriksaan dan pencitraan.
  • Aktivitas sehari-hari terganggu akibat keluhan yang dirasakan.

Pilihan Penanganan yang Dapat Dipertimbangkan

  • Dekompresi minimal invasif: Jika ditemukan sumber kompresi yang sesuai, dokter dapat mempertimbangkan tindakan dekompresi bertarget untuk mengurangi tekanan pada saraf.
  • Penggantian diskus cervical: Pada kondisi diskus tertentu, penggantian diskus dapat menjadi pilihan untuk menggantikan diskus yang bermasalah sekaligus mempertahankan gerakan pada segmen tersebut. Pilihan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
  • Fusion: Pada kondisi seperti instabilitas atau kerusakan struktur yang berat, prosedur fusion dapat dipertimbangkan untuk membantu memberikan stabilitas pada tulang belakang sesuai anatomi dan diagnosis pasien.

Kapan Harus Segera Diperiksa?

Sebagian besar kasus ini dapat dipantau dan membaik secara bertahap. Namun, evaluasi lebih cepat sebaiknya dilakukan bila terdapat kelemahan yang semakin memburuk, mati rasa yang progresif, gangguan fungsi tangan, gangguan keseimbangan, perubahan cara berjalan, atau gejala yang muncul setelah trauma berat.

Gangguan keseimbangan atau berjalan bukan gambaran khas radiculopathy sederhana dan dapat mengarah pada cervical myelopathy, sehingga perlu evaluasi lebih lanjut. Tanda seperti ini tergolong tidak umum, namun penting diketahui agar Anda dapat segera mendapat penanganan yang sesuai.

Penanganan Bertahap Bersama RISEandSPINE

Cervical radiculopathy terjadi ketika akar saraf di leher mengalami tekanan atau iritasi, dan dapat menyebabkan nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan yang menjalar ke lengan dan tangan. Kondisi ini tidak selalu membutuhkan operasi karena banyak kasus dapat membaik dengan penanganan non-operatif. 

Jaga kesehatan tulang belakang cervical dengan langkah yang tepat. Konsultasikan kondisi Anda bersama tim dokter berpengalaman RISEandSPINE untuk mendapatkan penanganan yang sesuai kebutuhan. 

Lakukan booking online untuk melakukan janji temu bersama kami.

Ditinjau oleh tim Dokter RISEandSPINE

Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Cervical Radiculopathy

Apa itu cervical radiculopathy? Kondisi ketika akar saraf di leher mengalami tekanan atau iritasi, sering disebut sebagai saraf kejepit di leher.

Apakah kondisi ini sama dengan saraf kejepit? Ya, istilah ini merujuk pada kondisi yang sama, yaitu tekanan pada akar saraf di leher.

Apakah kondisi ini bisa sembuh sendiri? Sebagian kasus ringan dapat membaik dengan waktu dan penanganan konservatif, namun evaluasi dokter tetap disarankan.

Apakah kondisi ini harus operasi? Tidak selalu. Sebagian besar kasus membaik dengan penanganan non-operatif terlebih dahulu.

Referensi

  • American Academy of Family Physicians (AAFP). Cervical Radiculopathy: Nonoperative Management. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2010/0101/p33.html
  • American Academy of Family Physicians (AAFP). Nonoperative Management of Cervical Radiculopathy. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2016/0501/p746.html
  • Cleveland Clinic. Cervical Radiculopathy. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22564-cervical-radiculopathy
  • NCBI Bookshelf (StatPearls). Cervical Radiculopathy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441828/

Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter. Bila Anda mengalami gangguan keseimbangan, perubahan cara berjalan, atau kelemahan yang memburuk, segera konsultasikan ke dokter.

Booking Appointment

Silakan lengkapi form di bawah ini.
Biaya Konsultasi
Silakan pilih lokasi