Juni merupakan Scoliosis Awareness Month, momen yang tepat untuk mengenal lebih jauh skoliosis dan dampaknya bagi wanita. Kondisi ini diketahui lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria dan dapat berkembang seiring waktu.
Banyak wanita baru menyadari memiliki skoliosis saat dewasa atau ketika mulai merencanakan kehamilan. Hal ini sering memunculkan pertanyaan, seperti apakah skoliosis berbahaya saat hamil, memengaruhi kondisi bayi, atau menyulitkan proses persalinan.
Kabar baiknya, sebagian besar wanita dengan skoliosis tetap dapat menjalani kehamilan dan persalinan secara normal. Namun, derajat kelengkungan tulang belakang dan gejala yang dialami tetap perlu dievaluasi agar penanganannya sesuai dengan kondisi masing-masing. Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dan mudah dipahami.
Mengapa Skoliosis Menjadi Perhatian Khusus bagi Wanita?
Skoliosis merupakan kelengkungan tulang belakang ke samping yang lebih sering ditemukan pada wanita, terutama tipe idiopatik pada remaja. Penelitian menunjukkan bahwa risiko progresi kelengkungan juga cenderung lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki.
Selain itu, tubuh wanita mengalami berbagai perubahan sepanjang hidup, mulai dari masa pertumbuhan, kehamilan, hingga menopause. Perubahan hormon, distribusi berat badan, dan kepadatan tulang dapat memengaruhi kondisi tulang belakang serta memicu nyeri atau ketidaknyamanan pada sebagian penderita.
Bagi beberapa wanita, skoliosis juga dapat memengaruhi kualitas hidup melalui nyeri punggung, perubahan postur, atau kelelahan saat beraktivitas, meski tingkat keluhannya sangat bervariasi.
Apakah Skoliosis Berbahaya bagi Wanita yang Ingin Hamil?
Sebagian besar tetap bisa hamil secara normal
Kabar baiknya, skoliosis umumnya tidak mengurangi kesuburan. Sebagian besar wanita dengan skoliosis tetap dapat hamil tanpa masalah khusus.
Kapan pemeriksaan sebelum hamil sebaiknya dilakukan?
Evaluasi sebelum kehamilan dapat dipertimbangkan bila Anda memiliki:
- Skoliosis sedang hingga berat.
- Riwayat nyeri punggung kronis.
- Riwayat operasi tulang belakang.
- Keluhan saraf seperti kesemutan atau kelemahan anggota gerak.
Mengetahui kondisi tulang belakang membantu perencanaan
Dengan memahami derajat kelengkungan dan kondisi tulang belakang sejak awal, dokter dapat membantu menyusun strategi yang lebih nyaman selama kehamilan dan persalinan.
Bahaya Skoliosis bagi Wanita Selama Kehamilan

Sumber: Magnific
Pada banyak kasus, kehamilan berjalan normal. Namun beberapa perubahan dapat membuat gejala lebih terasa.
1. Nyeri punggung lebih berat
Seiring bertambahnya usia kehamilan, berat badan dan perubahan pusat gravitasi tubuh meningkatkan beban pada tulang belakang sehingga nyeri punggung dapat lebih sering muncul.
2. Otot lebih cepat lelah
Lengkungan tulang belakang menyebabkan distribusi beban tidak merata. Akibatnya, otot di satu sisi dapat bekerja lebih keras sehingga mudah terasa pegal atau lelah.
3. Mobilitas berkurang pada kasus tertentu
Pada skoliosis dengan kelengkungan yang lebih besar, berdiri atau berjalan dalam waktu lama dapat terasa kurang nyaman karena keseimbangan tubuh berubah.
4. Gangguan pernapasan pada skoliosis berat
Kondisi ini umumnya hanya terjadi pada skoliosis dengan kelengkungan yang sangat signifikan hingga memengaruhi bentuk rongga dada. Kasus seperti ini relatif jarang ditemukan.
Baca juga: Posisi Duduk yang Benar: Cara Sederhana Mencegah Nyeri Punggung Sehari-hari
Apakah Skoliosis Berbahaya bagi Janin?
Secara umum, tidak.
Pertumbuhan janin biasanya tetap normal
Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wanita dengan skoliosis dapat menjalani kehamilan dengan pertumbuhan janin yang baik.
Tidak otomatis menyebabkan keguguran atau persalinan prematur
Skoliosis sendiri bukan penyebab langsung keguguran maupun kelahiran prematur. Risiko tersebut lebih dipengaruhi oleh kondisi medis lain atau komplikasi kehamilan yang menyertai.
Kapan pemantauan lebih intensif diperlukan?
Pemantauan lebih ketat mungkin disarankan pada pasien dengan skoliosis berat, gangguan pernapasan, atau penyakit lain yang memengaruhi kehamilan.
Apakah Wanita dengan Skoliosis Bisa Melahirkan Normal?
Sebagian besar bisa menjalani persalinan normal
Banyak wanita dengan skoliosis berhasil melahirkan secara normal. Metode persalinan tidak ditentukan oleh kondisi skoliosis saja.
Apa yang menentukan metode persalinan?
Dokter akan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:
- Kondisi medis ibu.
- Kondisi medis janin.
- Riwayat operasi tulang belakang bila ada.
Bagaimana dengan anestesi epidural?
Riwayat skoliosis penting disampaikan kepada dokter anestesi. Bentuk tulang belakang yang berubah dapat membuat pemasangan anestesia epidural memerlukan perencanaan khusus.
Tanda Skoliosis yang Perlu Mendapat Perhatian
Saat ini belum ada bukti yang cukup bahwa kehamilan dapat memperburuk kelengkungan skoliosis. Nyeri punggung dapat muncul menyertai kehamilan tanpa penyakit penyerta sekalipun. Ibu hamil dengan kondisi skoliosis boleh melakukan kontrol dengan dokter ahli tulang belakang bila merasakan gejala nyeri punggung. Namun pada umumnya, tidak memerlukan intervensi di luar obat pereda nyeri yang aman bagi kehamilan.
Cara Mengurangi Risiko Keluhan Selama Kehamilan

Sumber: Magnific
Beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kenyamanan:
- Menjaga kenaikan berat badan sesuai anjuran ahli obstetri.
- Tetap aktif dengan olahraga ringan atau aktivitas yang dinyatakan aman untuk ibu hamil.
- Memperhatikan postur duduk dan berdiri.
- Rutin kontrol berkala bila memiliki skoliosis sedang atau berat.
Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Tulang Belakang?
Pertimbangkan konsultasi apabila Anda:
- Sedang merencanakan kehamilan dan memiliki skoliosis.
- Sedang hamil dengan nyeri punggung yang cukup mengganggu.
- Memiliki skoliosis sedang hingga berat.
- Melihat perubahan postur yang semakin jelas.
- Mengalami gejala saraf seperti kesemutan atau kelemahan anggota gerak.
RISEandSPINE: Persiapan Kehamilan yang Dimulai dari Evaluasi Tulang Belakang
Dalam rangka Scoliosis Awareness Month setiap bulan Juni, momen ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk mengenali kondisi tulang belakang lebih dini.
Di RISEandSPINE, evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk menilai derajat skoliosis, gejala yang dialami, dan dampaknya terhadap aktivitas maupun rencana kehamilan. Bila diperlukan, dokter akan merekomendasikan penanganan yang sesuai, mulai dari terapi konservatif, program latihan, hingga opsi lanjutan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Anda juga dapat melakukan booking online untuk berkonsultasi dengan tim dokter spesialis tulang belakang RISEandSPINE yang berpraktik di jaringan rumah sakit terdaftar di Jakarta, Bekasi, dan Karawang, sehingga perencanaan kehamilan dan kesehatan tulang belakang dapat dipersiapkan dengan lebih optimal.
Kesimpulan
Bahaya skoliosis bagi wanita tidak selalu berarti komplikasi serius. Pada sebagian besar kasus, terutama skoliosis ringan yang stabil, wanita tetap dapat hamil dan melahirkan dengan aman. Namun, perubahan tubuh selama kehamilan dapat membuat nyeri punggung atau ketidaknyamanan lebih terasa.
Melalui evaluasi sebelum atau selama kehamilan, pemantauan yang tepat, dan penanganan sesuai kebutuhan, sebagian besar wanita dengan skoliosis dapat menjalani kehamilan dengan nyaman dan tetap aktif.
Ditinjau oleh Dokter RISEandSPINE
Referensi
- Weinstein SL, Dolan LA, Cheng JCY, et al. Adolescent idiopathic scoliosis. The Lancet. 2008.
- Janicki JA, Alman B. Scoliosis: Review of diagnosis and treatment. CMAJ. 2007.
- Scoliosis Research Society – Pregnancy and Scoliosis https://www.srs.org/patients-and-families/conditions-and-treatments/adults/scoliosis
- Cleveland Clinic – Scoliosis Overview https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15837-scoliosis
- American Academy of Orthopaedic Surgeons – Scoliosis. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/scoliosis/
- Asher MA, Burton DC. Adolescent idiopathic scoliosis: natural history and long-term treatment effects. Scoliosis. 2006.





