Edukasi

World Spinal Cord Injury Day: Saatnya Kenali dan Cegah Cedera Tulang Belakang

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
spinal cord injury

Setiap tanggal 5 September, dunia memperingati World Spinal Cord Injury (SCI) Day sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai cedera saraf tulang belakang, pencegahan, penanganan, serta kualitas hidup orang yang mengalaminya. Pada 2026, tema World SCI Day adalah “From Awareness to Action: Ten Years Advancing SCI Prevention”, yang menekankan bahwa kesadaran perlu dilanjutkan dengan tindakan nyata untuk mencegah cedera dan meningkatkan penanganan.

Spinal Cord Injury Adalah?

Spinal cord injury adalah kondisi ketika sumsum tulang belakang mengalami kerusakan akibat trauma maupun penyebab non-traumatis, sehingga dapat mengganggu fungsi motorik, sensorik, dan fungsi tubuh di bawah lokasi cedera. Tingkat gangguan yang terjadi bergantung pada lokasi dan tingkat keparahan cedera.

Cedera ini dapat berdampak besar terhadap aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, menggunakan tangan, mengontrol kandung kemih dan usus, hingga melakukan aktivitas perawatan diri. Namun, dampaknya tidak hanya bersifat fisik. SCI juga dapat memengaruhi aspek psikologis, sosial, pekerjaan, dan kemandirian seseorang.

Penyebab Spinal Cord Injury

Secara umum, SCI dibagi menjadi cedera traumatis dan non-traumatis. Cedera traumatis dapat terjadi akibat jatuh, kecelakaan lalu lintas, kekerasan, serta cedera saat bekerja atau berolahraga. WHO menyebutkan bahwa jatuh dan kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama SCI traumatis.

Sementara itu, SCI non-traumatis dapat disebabkan oleh kondisi seperti tumor, penyakit degeneratif atau vaskular, infeksi, toksin, maupun kelainan bawaan. Karena sebagian penyebab SCI sebenarnya dapat dicegah, upaya pencegahan menjadi bagian penting dalam mengurangi beban cedera saraf tulang belakang.

Klasifikasi Spinal Cord Injury

spinal cord injury adalah

Sumber: Freepik

SCI dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi dan tingkat kelengkapan cedera. Berdasarkan lokasi, cedera pada bagian servikal dapat memengaruhi fungsi keempat anggota gerak, sedangkan cedera pada bagian torakal, lumbal, atau sakral umumnya lebih banyak memengaruhi tubuh bagian bawah.

Berdasarkan kelengkapannya, SCI dapat berupa complete injury, ketika fungsi sensorik dan motorik di bawah tingkat cedera hilang secara lengkap, atau incomplete injury, ketika sebagian fungsi masih tersisa. Pemeriksaan neurologis oleh tenaga medis diperlukan untuk menentukan tingkat dan derajat cedera secara lebih akurat.

Paraplegia VS Tetraplegia, Apa Bedanya?

Dua istilah yang sering digunakan dalam SCI adalah paraplegia dan tetraplegia. Paraplegia umumnya terjadi ketika cedera menyebabkan gangguan fungsi pada kedua tungkai dan bagian tubuh tertentu di bawah lokasi cedera, sementara fungsi lengan relatif tetap. Sebaliknya, tetraplegia terjadi akibat cedera pada bagian servikal sehingga lengan dan tungkai dapat mengalami gangguan.

Perbedaan lokasi dan tingkat cedera inilah yang kemudian menentukan kebutuhan terapi, alat bantu, perawatan, serta tingkat kemandirian pasien.

Mengapa Pencegahan Jatuh Menjadi Sorotan Utama?

Jatuh mungkin terlihat sebagai kejadian sederhana, tetapi dampaknya dapat sangat serius. WHO menyebutkan bahwa jatuh merupakan salah satu penyebab utama cedera tidak disengaja di dunia, dengan berbagai faktor risiko seperti gangguan keseimbangan, lingkungan yang tidak aman, keterbatasan mobilitas, gangguan penglihatan, dan faktor usia.

Dalam konteks SCI, pencegahan jatuh menjadi penting karena satu kejadian jatuh dapat menyebabkan cedera tulang belakang yang berdampak jangka panjang. Pencegahan dapat dimulai dari lingkungan rumah yang lebih aman, penggunaan alat pelindung saat bekerja atau berolahraga, hingga peningkatan kesadaran mengenai keselamatan berkendara dan risiko jatuh.

Bagaimana Jika Spinal Cord Injury Sudah Terjadi?

spinal cord injury adalah

Sumber: Freepik

Ketika SCI telah terjadi, penanganan sedini mungkin sangat penting. Pasien dengan dugaan cedera tulang belakang perlu mendapatkan pertolongan medis dan evaluasi yang tepat untuk menentukan stabilitas tulang belakang, tingkat kerusakan saraf, serta kebutuhan tindakan selanjutnya. WHO menekankan pentingnya penanganan pra-rumah sakit, perawatan akut, tindakan bedah bila diperlukan, serta rehabilitasi multidisiplin.

Rehabilitasi bukan sekadar latihan fisik. Program dapat mencakup fisioterapi, terapi okupasi, pengelolaan komplikasi, penggunaan alat bantu, dukungan psikologis, hingga edukasi bagi pasien dan keluarga. Tujuannya adalah mengoptimalkan fungsi, kemandirian, dan kualitas hidup.

Baca Juga: Cedera Tulang Belakang: Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus Segera Ditangani

Peran Riseandspine dalam Penanganan Cedera Tulang Belakang Kompleks

Pada kasus cedera tulang belakang yang kompleks, penanganan membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi. Riseandspine dapat menjadi bagian dari perjalanan pasien dengan membantu menghadirkan perspektif yang berfokus pada evaluasi kondisi tulang belakang, kebutuhan penanganan, serta pemulihan dan rehabilitasi sesuai kondisi masing-masing pasien.

Pendekatan pada kasus kompleks tidak berhenti pada tindakan awal. Evaluasi lanjutan, pemantauan fungsi, rehabilitasi, edukasi pasien dan keluarga, serta pencegahan komplikasi merupakan bagian penting untuk mencapai hasil terbaik. WHO juga menegaskan bahwa akses terhadap perawatan dan rehabilitasi multidisiplin sangat penting untuk memaksimalkan fungsi dan kemandirian pasien SCI.

World Spinal Cord Injury Day 2026 menjadi pengingat bahwa memahami SCI adalah langkah awal, tetapi mencegah, menangani, dan mendukung pemulihan adalah aksi nyata. Dengan mengenali faktor risiko, terutama risiko jatuh, masyarakat dapat berperan dalam mencegah cedera yang berpotensi mengubah kehidupan. Bagi mereka yang telah mengalami SCI, penanganan medis yang tepat dan rehabilitasi berkelanjutan dapat membantu mencapai tingkat fungsi dan kemandirian yang optimal.

FAQ Spinal Cord Injury

1. Spinal cord injury adalah?

Spinal cord injury adalah cedera atau kerusakan pada sumsum tulang belakang yang dapat mengganggu fungsi gerak, sensasi, dan fungsi tubuh di bawah lokasi cedera. Tingkat gangguan bergantung pada lokasi dan tingkat keparahan cedera.

2. Apa penyebab spinal cord injury?

Penyebab SCI dapat berupa trauma, seperti jatuh, kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga, kecelakaan kerja, dan kekerasan. SCI juga dapat terjadi akibat kondisi non-traumatis, seperti tumor, infeksi, gangguan pembuluh darah, atau penyakit degeneratif.

3. Apa saja klasifikasi spinal cord injury?

SCI dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi cedera dan tingkat kelengkapannya. Cedera dapat disebut complete apabila fungsi sensorik dan motorik di bawah lokasi cedera hilang sepenuhnya, sedangkan incomplete berarti masih terdapat sebagian fungsi yang tersisa.

4. Apa perbedaan paraplegia dan tetraplegia?

Paraplegia terutama memengaruhi fungsi kedua tungkai dan bagian tubuh di bawah tingkat cedera, sedangkan tetraplegia dapat memengaruhi keempat anggota gerak akibat cedera pada bagian servikal tulang belakang.

5. Mengapa jatuh menjadi perhatian dalam pencegahan spinal cord injury?

Jatuh merupakan salah satu penyebab penting cedera tulang belakang. Pencegahan jatuh dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang aman, meningkatkan keseimbangan dan kekuatan tubuh, menggunakan alat pelindung yang sesuai, serta menerapkan keselamatan saat berkendara, bekerja, dan berolahraga.

6. Apakah spinal cord injury bisa sembuh?

Pemulihan SCI sangat bergantung pada lokasi, tingkat keparahan, dan kelengkapan cedera, serta kondisi masing-masing pasien. Sebagian pasien dapat mengalami pemulihan fungsi, sementara pasien lain mungkin memiliki gangguan jangka panjang. Penanganan dan rehabilitasi yang tepat dapat membantu mengoptimalkan fungsi dan kemandirian.

7. Apa yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan dan dicurigai spinal cord injury?

Jangan menggerakkan korban secara sembarangan, terutama bagian kepala dan tulang belakang. Segera cari bantuan medis darurat dan biarkan tenaga medis melakukan pemeriksaan serta penanganan yang sesuai.

8. Apa peran rehabilitasi setelah spinal cord injury?

Rehabilitasi bertujuan membantu pasien memaksimalkan fungsi tubuh, meningkatkan kemandirian, mencegah komplikasi, dan beradaptasi dengan perubahan akibat cedera. Program rehabilitasi dapat melibatkan berbagai tenaga kesehatan sesuai kebutuhan pasien.

9. Kapan seseorang perlu diperiksa setelah mengalami cedera punggung?

Pemeriksaan medis diperlukan terutama jika setelah cedera muncul nyeri hebat, kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak, mati rasa atau kesemutan, gangguan berjalan, atau perubahan fungsi kandung kemih dan usus.

Sehat dan Terbebas dari Cedera Punggung Bersama RiseandSpine

Menyambut World Spinal Cord Injury Day setiap 5 September, RiseandSpine mengajak masyarakat untuk tidak hanya memahami risiko dan pentingnya pencegahan cedera tulang belakang, tetapi juga segera mendapatkan penanganan yang tepat ketika cedera terjadi.

RiseandSpine menghadirkan pendekatan komprehensif untuk menangani kasus cedera tulang belakang yang kompleks, mulai dari stabilisasi struktural hingga prosedur khusus yang disebut sebagai yang pertama kali dilakukan di Indonesia oleh Dr. Aulia Rahman.

Jangan menunggu nyeri semakin berat atau gangguan fungsi semakin menghambat aktivitas Anda. Kondisi tulang belakang yang ditangani lebih awal dapat membantu menentukan strategi perawatan yang lebih tepat. Segera konsultasikan sekarang juga!

Ditinjau oleh Dokter RISEandSPINE

Daftar Referensi

  1. American Spinal Injury Association. (2000). International standards for neurological classification of spinal cord injury (Rev. ed.). American Spinal Injury Association.
  2. AnyDayGuide. (2026). World Spinal Cord Injury Day, September 5, 2026. AnyDayGuide. https://anydayguide.com/calendar/5570
  3. Carepatron. (2026). ASIA impairment scale. Carepatron. https://www.carepatron.com/templates/asia-impairment-scale/
  4. European Spinal Cord Injury Federation. (2026). World Spinal Cord Injury Day 2025, fall prevention, spinal cord protection. ESCIF. https://www.escif.org/
  5. Medscape. (2026). ASIA impairment scale. Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/2172437-overview
  6. Medstellar. (2019). Klasifikasi spinal cord injury. Medstellar. https://medstellar.blogspot.com/2019/08/klasifikasi-spinal-cord-injury.html
  7. Spinal Cord Injuries Australia. (2025). Celebrating World Spinal Cord Injury Day 2025. SCIA. https://scia.org.au/news/celebrating-world-spinal-cord-injury-day-2025/
  8. Stewarts Law. (2025). World Spinal Cord Injury Day on 5 September focuses on awareness of fall prevention. Stewarts. https://www.stewartslaw.com/news/world-spinal-cord-injury-day-on-5-september-focuses-on-awareness-of-fall-prevention/

Booking Appointment

Silakan lengkapi form di bawah ini.
Biaya Konsultasi
Silakan pilih lokasi